Bukittinggi, Inmas–Penyuluh Agama Islam merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas membimbing umat Islam mencapai kehidupan sejahtera lahir batin. Selain memiliki kedudukan yang sangat penting, Penyuluh Agama berperan besar karena ilmu yang dimilikinya serta menjadi teladan dalam pengamalan agama.
Begitu besar peran Penyuluh Agama Islam, sehingga menjadi garda terdepan jajaran Kementerian Agama dalam rangka pembinaan mental, moral serta segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama.
Latar belakang ini menjadi salah satu alasan Kantor kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi melalui Seksi Bimas Islam melakukan pertemuan rutin bulanan dengan para Penyuluh AgamaIslam (PAI) Non PNS dilingkungan Kantor Kemenag setempat.
PAI Non PNS Kemenag KotaBukittinggi melaksanakan pertemuan rutin bulanan guna membahas berbagai problem yang dihadapi, evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan menuju perubahan yang lebih baik.
Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Bukittinggi pada hari Rabu (11/03/2020), seluruh PAI Non PNS mengikuti pertemuan bulanan yang dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam melalui, H. Syamsul Bahri.
“Insya Allah besok SK seluruh Penyuluh Agama Islam Non PNS ini akan diserahkan langsung oleh Kepala KantorWilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat pada acara Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS Konten Dakwah Melalui Media Sosial pada salah satu Hotel di Maninjau,” terang Syamsul Bahri.
“PAI Non PNS semuanya berjumlah 24 Orang yang tersebar pada 3 Kecamatan dengan 24 Kelurahan se-Kota Bukittinggi. Artinya setiap Kelurahan bertugas 1 Orang PAI Non PNS,” ulas H.Syamsul
“Agar semuanya komit dengan jadwal pembinaan, maka tanggal 5 setiap bulan seluruh PAI Non PNS wajib melaporkan hasil kegiatan mereka,” imbuhnya
Mengakhiri pertemuan tersebut, H. Syamsul Bahri yang juga Ketua BKMT Kota Bukittinggi tersebut mengharapkan inovasi yang akan diluncurkan oleh masing-masing PAI Non PNS, karena mereka semua telah mengikuti Diklat di Balai Diklat Keagamaan Padang yang tentunya telah memiliki bekal yang cukup untuk bertugas secara maksimal.
(Andreas)