Bukittinggi, Humas– Sejumlah Pengurus FKUB Kota Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara kunjungi Kota Bukittinggi. Kunjungan tersebut dalam silaturrahmi sekaligus melakukan Study Tiru ke FKUB Kota Bukittinggi. Sepuluh orang rombongan dari FKUB Kota Tanjung Balai Asahan tersebut disambut langsung Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi bersama Sekretaris FKUB Kota Bukittinggi, H. Gazali, perwakilan Kesbangpol Yenni dan sejumlah pengurus FKUB Kota Bukittinggi.
Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang memaparkan sekelumit tentang Kota Bukittinggi. “<span;>Bukittinggi adalah kota dengan perekonomian terbesar kedua di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Sebagai enklave dari Kabupaten Agam, kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Kota ini memiliki luas lebih kurang 25,24 km² Bukittinggi memiliki berbagai objek wisata salah satunya Jam Gadang, kedua terbesar setelah Jam Big Ben di London. Menara Jam Gadang yang menjadi ikon Bukittinggi ini mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang dan menikmati udara sejuk Kota wisata ini,” paparnya.
Selanjutnya kata H. Eri Iswandi. “Bukittinggi sebagai kota wisata, kota pendidikan dan Kota perdagangan memiliki penduduk yang beraneka ragam namun mampu hidup berdampingan satu sama yang lain. Kami sangat bangga atas kedatangan FKUB Kota Tanjung Balai Asahan ke Kota Bukittinggi. Ini sudah menjadi komitmen bersama untuk selalu memuliakan. Terkait kerukunan di Kota Bukittinggi Alhamdulillah kondisi dan situasi sangat baik dan kondusif hal ini berkat kerjasama dan kordinasi semua pihak. Kami mengajak kalau bisa lamalah di Bukittinggi untuk menikmati udara Kota Bukittinggi yang sejuk,” ajaknya.
Kakan Kemenag Kota Tanjung Balai Asahan, H. Al Ahyu menyampaikan selaku wakil penasehat FKUB, beliau diamanahkan Walikota untuk mendampingi pengurus FKUB Kota Tanjung Balai Asahan melaksanakan Study Banding ke Bukittinggi.
“Makasih atas sambutan yang luar biasa. Antara Bukittinggi dengan Tanjung Balai mungkin banyak persamaan untuk kami memilih Study Tiru ke Bukittinggi. Kenapa kami pilih Kota Bukittinggi karena sebagai kota wisata masih bisa menjaga kearifan lokal dan budaya sehingga masyarakatnya nyaman hidup berdampingan, tentunya ini ini yang perlu kami dalami dan kalau bisa di terapkan di tempat kami,” jelasnya.
Ketua FKUB Tanjung Balai Asahan, H. Haidir Siregar menambahkan bahwa kedatangan rombongan untuk b<span;>ersilaturahmi dan mengatakan banyak hal yang akan bisa di contoh dan di bawa ke Tanjung Balai.
“Mudah-mudahan silaturrahmi ini dapat semakin mengukuhkan persaudaraan kita. Tanjung Balai terdiri dari 6 Kecamatan. Alhamdulillah penduduknya hidup berdampingan dengan rukun, walaupun ada riak-riak kecil,” jelasnya. (Syafrial)