Bukittinggi_Inmas. Masih segar dalam ingatan rangkaian ibadah yang telah beliau laksanakan. Baik di Madinah maupun di Masjidil Haram. Seakan Allah menjadikan perjalanan haji Jamarun Bin Salam, merupakan hadiah terbesarnya dalam kehidupan. Belum sampai ke daerah ataupun ke rumah, masih dalam proses serah terima pemulangan jamaah. Almarhum kembali ke hadirat Allah.
Sejak sore kediaman H. Jamarun (Alm) telah ramai dikunjungi pelayat. Tidak ketinggalan pejabat dari berbagai instansi. Tampak hadir Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi H. Zulfikar yang didampingi oleh Kasi Haji dan Umrah Tri Andriani Djusair serta Kasi PHU, Kepala KUA dan JFU Haji Kantor Kemenag Kota Bukittinggi. Dalam layatan tersebut hadir Kabag. Kesra dan pihak Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.
Jamarun Bin Salam merupakan salah satu jamaah haji asal Kota Bukittinggi yang tergabung dalam kloter 9 embarkasi Padang. Karena kondisi kesehatan yang semakin menurun, Almarhum dirujuk oleh KKP ke RS. M Djamil untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, manusia hanya mampu berusaha, Allah jualah penentu segalanya. Jamaah haji tertua asal Kota Bukittinggi tahun 2019 tersebut meninggal dunia hari ini pada pukul 13.00 WIB di RS. M Djamil Padang. Jenazah Almarhum sampai di rumah duka, di Anak Aia Bukittinggi pada pukul 18.05 WIB.
Plt. Kepala kantor Kemenag Kota Bukittinggi H. Zulfikar menyampaikan rasa duka dan turut belangsungkawa atas wafatnya H. Jamarun. Innalillahi wa Inna ilaihi raajiuun, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Almarhum dan mendapat prediket haji mabrur. Semoga keluarga diberi kesabaran dan tabah menerima kenyataan ini.
“Almarhum adalah jamaah haji tertua tahun ini yang pada waktu keberangkatan ke Tanah Suci telah berusia 89 tahun, “ungkapnya.
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Bukittinggi Tri Andriani Djusair memaparkan “Tiga hari sebelum kembali ke tanah air, kondisi kesehatan Almarhum mulai menurun. Akan tetapi, menurut hasil pemeriksaan tim kesehatan yang bertugas, kondisi Almarhum layak untuk diterbangkan bersama 269 jemaah Bukittinggi lainnya yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada minggu dini hari pukul 03.15 WIB,” jelasnya.
Tri Andriani melanjutkan, kondisi kesehatan Almarhum setelah dicek di asrama haji Padang semakin menurun, lalu dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil untuk menjalani perawatan hingga Almarhum menghembuskan nafas terakhir, sekitar pukul 13.00 WIB di Rumah Sakit tersebut.
“Beliau dipanggil Allah setelah menunaikan rukun Islam kelima. Menurut keluarga, selama hidupnya, Almarhum sangat mendambakan dapat menunaikan ibadah haji. Setelah selesai menunaikannya, ia pun dipanggil Allah SWT,” ungkap Tri Andriani.
“Semoga Almarhum Husnul Khatimah, mendapat prediket Haji Mabrur dan segala ibadahnya diterima Allah SWT. Aaamiin,” Tri Andriani mengakhiri. (Andreas)