Lompat ke konten

Kembali Dari Tanah Suci, Jama’ah Haji Disambut Secara Resmi

Bukittinggi, Inmas–Pemerintah kota Bukittinggi menyambut secara resmi kepulangan jemaah haji kota Bukittinggi Tahun 1440 H . Acara penyambutan tersebut dilakukan oleh Walikota bersama unsur Forkopimda, Ka. Kankemenag dan kepala OPD Senin, 01/09/2019 bertempat di Auditorium Pustaka Bung Hatta Bukittinggi.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Abrar Munanda, M. Ag menyampaikan bahwa jumlah Jama’ah haji kota Bukittinggi yang berangkat menuju Mekkah pada tahun 1440 H/2019 M berjumlah 271 orang. Saat pulang ke tanah air, 1 orang Jam’ah mengalami sakit dan harus dirawat di Makkah dan satu orang Jama’ah lagi mengalami sakit namun bisa ikut pulang ke tanah air bersama rombongan.”Hingga saat ini satu orang Jama’ah masih tinggal di Makkah karena sakit atas nama Efinar Sukai Ahmad perempuan berusia 62 tahun menjalani perawatan medis. Sedangkan satu Jama’ah yang mengalami sakit saat pulang ke tanah air yaitu Jama’ah tertua Bukittinggi atas nama Jamarun Bin Salam laki-laki berusia 89, meninggal dunia di RS M. Djamil Padang pada tanggal 26 Agustus dan dikebumikan di Bukittinggi pada tanggal 27 Agustus 2019 dan Tiga hari setelah itu istri Almarhum Jamarun juga dipanggil Allah SWT,” jelas Kakan Kemenag Kota Bukittinggi ini.

Selanjutnya jelas H. Abrar Munanda, M. Ag selama rangkaian ibadah haji seluruh Jama’ah haji dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan khusyu. “InsyaAllah seluruh Jama’ah haji Kota Bukittinggi mendapat haji yang mabrur. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota atas dukungan dan pelayanannya selama pelaksanaan haji. Selain itu, selama 20 hari kedepan jemaah haji diharapkan terus memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” pesan H. Abrar Munanda, M. Ag.

Sementara itu Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias mengucapkan selamat datang kepada Jama’ah haji Kota Bukittinggi yang baru saja kembali ke Tanah air. “Atas nama pemerintah daerah dan pribadi kami turut berduka cita atas berpulangnya H. Jamarun bin Salam Jama’ah tertua Bukittinggi yang meninggal dunia setelah selesai melaksanakan ibadah haji kemudian beberapa hari setelah itu sang istri dari Almarhum yang tidak ikut menunaikan ibadah haji juga dipanggil Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut Walikota juga berpesan kepada seluruh jemaah haji untuk dapat meningkatkan ibadah serta menyebarluaskan ajaran Islam kepada keluarga dan lingkungannya. Sehingga amal dan pengalaman ibadah yang didapat dari pelaksanaan haji dapat menjadi pedoman bagi calon jemaah haji nantinya. “Pelayanan kedepan untuk keberangkatan dan kepulangan Jama’ah haji selalu terus kita tingkatkan kedepannya. Sehingga rangkaian ibadah para calon Jama’ah haji dapat semakin baik pula,” pungkasnya. (Andreas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *