Lompat ke konten

Sambut Kunjungan FKUB Kabupaten Aceh Singkil, Kepala Kemenag dan Ketua FKUB Sampaikan Keberagamam di Kota Bukittinggi

Bukittinggi, Inmas–Forum Kumunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bukittinggi menerima kunjungan silaturahmi dari FKUB Kabupaten Aceh Singkil Rabu, 11 September 2019 bertempat di aula kankemenag Kota Bukittinggi. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala kankemenag Kota Bukittinggi H. Abrar didampingi Kasubbag Tata Usaha H. Zulfikar dan sejumlah pengurus FKUB Kota Bukittinggi.

Ketua FKUB Kota Bukittinggi H. Salman didampingi Sekretarisnya H. Gazali menyampaikan bahwa wilayah Kota Bukittinggi cuma mempunyai luas lebih kurang 25 Km persegi, dan pernah 6 kali menjadi ibukota beberapa daerah. Kontur alamnya perbukitan dengan 27 bukit dan 17 jenjang. Landmark Bukittinggi adalah Jam Gadang sebagai kembaran Big Band di Inggris. Andalan utama Bukittinggi adalah Pariwisata, Perdagangan dan Jasa. Karena itu urbanisasi dan mutasi penduduknya tinggi. “Sejauh ini suasana di Bukittinggi nyaman dengan 96 persen adalah muslim. Selanjutnya ada kristen, Katolik, Budha, Hindu. FKUB Kota Bukittinggi rutin melakukan pertemuan dan berusaha membangun hubungan emosional antar pemeluk agama serta sekarang telah lahir Pemuda Lintas agama (PELITA) di Bukittinggi sebagai perpanjangan tangan FKUB dalam merawat dan menjaga kerukunan di Kota Bukittinggi. Sejauh ini permasalahan tentu ada, namun semua pihak mau duduk bersama dan mencari pemecahan masalah tersebut termasuk peran Pemerintah Kota dan Kementerian agama yang sangat besar dalam pembinaan umat dan pembinaan akidah pemeluknya,” ungkapnya.

Selanjutnya H. Salman menyampaikan pengurus FKUB Kota Bukittinggi cukup intens berkomunikasi dan melaksanakan berbagai kegiatan. Pertemuan rutin selalu dilakukan dalam dalam forum non formal sambil ngopi bareng sehingga suasana dapat mencair. Keberagaman merupakan suatu keniscayaan apalagi kita tinggal diwilayah kesatuan Indonesia. Mudah-mudahan kedepan kita selalu bisa merajut keberagaman tersebut dalam satu kesatuan bangsa Negara Republik Indonesia.

Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Aceh Singkil H. Ramlan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan jajaran bersama pengurus FKUB. “Sudah lama keinginan kami untuk berkunjung ke Bukittinggi ini dan baru sekarang kesampaian yang juga selalu menjadi daya tarik sejumlah pengunjung untuk mengunjunginya. Tadi sudah dipaparkan ketua FKUB tentang keberagaman dan kerukunan umat beragama di Kota Bukittinggi yang sudah terawat dengan baik apalagi di bantu PELITA. Ini bisa juga kita buat di Aceh Singkil tapi dengan nama lain,” tuturnya.

H. Abrar Munanda Kepala Kankemenag Kota Bukitinggi dalam sambutannya menyampaikan “Sebagai kota kecil dengan luas hanya 25,24 km2, bahkan sepertiganya adalah Ngarai Sianok, membuat Kota Bukittinggi termasuk salah satu kota dengan wilayah tersempit di Indonesia. Meski demikian, Bukittinggi adalah kota yang padat dan kaya akan ragam budaya etnis dan agama. Kota ini dikenal memiliki masyarakat yang berkarakter saling menghormati antar pemeluk agama. Kantor Kementerian Agama beserta Pemerintah dan para pemuka agama di Bukittinggi senantiasa membangun karakter untuk saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama, memelihara keharmonisan dan kerja sama sosial dalam bermasyarakat. Tujuannya adalah menciptakan kedamaian dan saling menghargai antar pemeluk agama. Sehingga terwujud kenyamanan dalam mencapai kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kestabilan politik,” paparnya.

Selanjutnya Kata H. Abrar Munanda dari sekian banyak nikmat yang diberikan Allah SWT, diantaranya adalah nikmat untuk saling membuka komunikasi, saling bisa menerima dan saling bisa hidup dengan rukun antar umat beragama khususnya di Kota Bukittinggi. Pendapatan Asli Daerah Kota Bukittinggi berasal dari perdagangan yang ditandai dengan adanya mini tanah abang pusat Grosiran di Aur Kuning yang menyebar ke seluruh wilayah Sumatera. Disamping itu Kota Bukittinggi juga Pendapat Asli Daerahnya juga berasal dari sektor pariwisata seperti peningalan sejarah dan ngarai sianok. Sejak dahulu keberagaman di Kota Bukittinggi ini sudah ada dengan berbagai etnis didalamnya sehingga tidak ada terjadi peristiwa-peristiwa yang dapat memicu komplik dan merusak keberagaman di Kota Bukittinggi ini, Namun sesuai apa yang di katakan bapak ketua FKUB tadi riak-riak kecil pasti ada, namun itu bisa di selesaikan dengan baik,” tuturnya lagi.
(Andreas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *