Lompat ke konten

Sebelum Pertemuan Rutin, Pokjaluh Kementerian Agama Kota Bukittinggi Mengadakan Tahsin A-Qur’an

Bukittinggi, Inmas–Pertemuan rutin Kelompok Kerja Penyuluh (pokjaluh) tidak hanya sebatas ajang silaturahmi, akan tetapi juga sebagai ajang berbagi ilmu dalam rangka untuk meningkat kinerja memberikan penyuluhan kepada kelompok binaan masing-masing di tengah-tengah masyarakat.

Begitu pula yang dilakukan Kelompok kerja Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Senin, 23/09/2019 bertempat di Aula kantor setempat sebelum mengadakan pertemuan rutin mereka mengisinya dengan Tahsin Al-Qur’an. Tahsin Al-Qur’an ini disampaikan dalam rangka meningkatkan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

Ketua Pokjaluh Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Rusman Edi kepada Inmas menyampaikan bahwa pertemuan rutin di mulai dengan Tahsin Al-Qur’an di kalangan penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang tergabung dalam kelompok kerja penyuluh. “Hal ini kita lakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi Penyuluh Agama Islam di bidang bacaan Al Qur’an. Penyuluh Agama Islam sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam rangka menyampaikan penyuluhan terkait masalah keagmaan dengan bahasa agama tentunya sudah harus tau tentang tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik yang kemudian juga di sampaikan ke pada peserta binaan di kelompok binaan masing-masing. kegiatan ini bisa kita jadikan wadah dalam meningkatkan kompetensi penyuluh di bidang baca Qur’an. Semoga kegiatan ini dapat di manfaatkan oleh anggota Pokjaluh setiap kali pertemuan,” kata Rusman Edi.

Kegiatan ini di mulai langsung Ketua Pokjaluh Kankemenag kota Bukittinggi Rusman Edi dengan bentuk kegiatan membaca Al-Qur’an dengan Tadarus serta langsung memperbaiki bacaan jika ada bacaan anggota yang perlu di perbaiki sesuai dengan kaidah Ilmu Tajwid.

Terlihat anggota sangat antusias dan merespon positif kegiatan ini. “Hal ini sangat penting kita lakukan Karena kita sebagai Penyuluh Agama Islam kadang-kadang di minta untuk menjadi Imam shalat. Maka secara tidak langsung kegiatan ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan untuk itu,” menurut salah seorang anggota Pokjaluh Muhammad Rum di sela-sela kegiatan. (Andreas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *