Lompat ke konten

Pengurus FKUB Nias Barat Kunjungi Kankemenag Kota Bukittinggi

Bukittinggi, Inmas–Kakan Kemenag Kota Bukittinggi diwakili Kasubbag Tata Usaha H. Zulfikar bersama Ketua FKUB Kota Bukittinggi H. Salman dan sejumlah anggota pengurus yang lainnya menyambut kunjungan Pengurus FKUB Kabupaten Nias Barat Kamis, 26/09/2019. Kedatangan 2 orang pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nias Barat tersebut dalam rangka studi banding terkait desa kerukunan dan rekomendasi pembangunan tempat ibadah.

H. Zulfikar didampingi pengurus FKUB Kota Bukittinggi menyampaikan selamat datang dan menjelaskan tentan kerukunan umat beragama di Kota Bukittinggi. Luas Kota Bukittinggi cuma 25 km persegi, dan pernah 6 kali menjadi ibukota beberapa daerah. Kontur alamnya perbukitan dengan 27 bukit dan 17 jenjang. Landmark Bukittinggi adalah Jam Gadang sebagai kembaran Big Band di Inggris. Andalan utama Bukittinggi adalah Pariwisata, Perdagangan dan Jasa. Karena itu urbanisasi dan mutasi penduduknya tinggi. “Suasana kerukunan umat beragama Kota Bukittinggi cukup rukun dan nyaman dengan 96 persen penduduknya adalah muslim. Selanjutnya ada kristen, Katolik, Budha, Hindu. Pengurus FKUB Kota Bukittinggi rutin melakukan pertemuan dan berusaha membangun hubungan emosional antar pemeluk agama,” jelasnya.

Sementara itu Ketua FKUB Kota Bukittinggi H. Salman menyampaikan bahwa terkait Desa Kerukunan di Kota Bukittinggi tidak ada karena di Bukittinggi kita berbentuk kelurahan dan tiga kecamatan. “Terkait dengan desa kerukunan kita tidak ada, yang ada hanya kota kerukunan dengan memiliki Multi Etnis, Budaya dan keberagaman dari segala bidang sehingga kita hidup saling berdampingan terkait dengan rekomendasi pendirian tempat ibada pengurus FKUB selalu berpedomankepada SKB Menteri dan kalau ada riak-riak kecil kita selesaikan dengan baik.Kerja keras FKUB untuk menjaga toleransi dan menjaga kerukunan umat beragama sangat penting tentunya kita harus punya cara untuk menjaga kerukunan umat beragama di tengah kemajemukan dan perbedaan yang ada sehingga dengan suasana kerukunan umat beragama dapat menjadi sarana terwujudnya berbagai program pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Nias Barat Ermansyah Polem didampingi Ketua FKUB Yasaro Daeli menyampaiakn terima kasih atas sambutan keluarga besar Kakan Kemenag dan FKUB Kota Bukittinggi. ” Di Kabupaten Nias Barat penduduknya mayoritas kristen tetapi sama juga dengan Kota Bukittinggi kerukunan disana juga cukup terjaga dengan baik. Kedatangan kami kesini untuk melihat secara langsung kerukunan di wilayah Kota Bukittinggi untuk di kembangkan di daerah kami dengan desa sadar kerukunan,” tuturnya, (Andreas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *