Lompat ke konten

Andreas Chandra (Pranata Humas Ahli Pertama) Emban Amanah Sebagai Pemimpin Do’a Pada Pembukaan Diklat Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XL dan XLI Balai Dikalat keagamaan Padang

Bukittinggi, Inmas–Seluruh calon pegawai negeri sipil (CPNS) wajib mengikuti Diklat Pelatihan Dasar. Diklat Pelatiha Dasar ini berlaku untuk seluruh jalur penerimaan CPNS. Empat orang CPNS asal Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi mengikuti Diklat pelatihan dasar mulai Rabu, 30 Oktober- 19 Desember 2019 dengan sistem On-Of tergabung dalam angkatan XLI dengan peserta dari berbagai daerah lainya di Sumatera Barat.


Pelatihan Dasar CPNS angkatan XL dan XLI ini secara desmi dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Provinsi Sumatera Barat, H. Khoirul Amani bertempat di Aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Sumatera Barat Rabu, 30/10/2019.


Pada kesempatan ini salah seorang CPNS asal Kankemenag Kota Bukittinggi Andreas Chandra (Pranata Humas Ahli Pertama) di percaya untuk mengemban amanah sebagai pemimpin pembacaan do’a pada acara pembukaan diklat tersebut.


Selaku ketua panitia Aprianto, dalam laporannya menyampaikan dasar serta beberapa poin tentang pentingnya pelaksanaan Latsar CPNS.


Kepala BDK Provinsi Sumbar, H. Khoirul Amani menyampaikan Kebijakan Balai Diklat Keagamaan serta visi pelaksanaan Latsar CPNS. Penekanan-penekanan dalam mengikuti dan menjalani proses Latsar kedepan dihadapan dua angkatan terakhir CPNS yang berjumlah sebanyak 81 Orang. “Peserta Latsar di BDK adalah orang yang beruntung, karena maksimal satu kamar hanya 3 orang. Kalau dibandingkan dengan yang lain ada yang sampai 8 atau 9 orang sekamar,” ungkapnya.


“ASN Kemenag adalah Orang yang tidak hanya sekedar bisa baca do’a, lebih dari itu ASN Kemenag adalah Manusia Multi talenta. Mudah-mudahan selesai mengikuti Latsar ini, tercipta ASN yang Profesional dan berkualitas sesuai visi BDK,” harapnya mengakhiri.


Sementara itu Kakan kemenag Kota Bukittinggi melalui Kasubbag Tata. Usaha H. Zulfikar sangat mengapresiasi jajarannya di kankemenag kota Bukittinggi yang selalu siap mengemban amanah kapan dan dimanapun. “Sebagai ASN di lingkup Kantor Kementerian Agama kita harus selalu siap jika sewaktu-waktu diminta tampil dalam suatu acara, karena masyarakat kita beranggapan bahwa pegawai kantor kementerian Agama serba bisa, bisa ceramah, bisa baca do’a dan bisa mengaji karena masyarakat umum tidak tahu kalau pegawai Kntor Kementerian Agama berasal dari berbagai disiplin ilmu. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi keadaan ini mari kita mempersiapkan diri,” ajaknya. (Syafrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *