Lompat ke konten

Evaluasi Kegiatan Penyuluhan, PAIF Kankemenag Kota Bukittinggi Adakan Uji Kopetensi Terhadap Peserta Binaannya.

Bukittinggi, Inmas–Dalam rangka mengevaluasi program pembelajaran (pembinaan penyuluhanan) di kelompok Binaan Pertuni Kota Bukittinggi, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Rusman Edi Selasa, 03/12/2019 mengadakan kegiatan uji kompetensi terhadap peserta binaannya.


Rusman Edi yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Kota Bukittinggi menyampaikan pada Inmas bahwa secara substantif proses dari sebuah bimbingan penyuluhan tidak jauh berbeda dengan sebuah proses pembelajaran di lembaga formal. Cuma saja secara teknis dan content materi sedikit berbeda. Namun proses instruksional boleh di bilang sama.


“Evaluasi penyuluhan sangat penting dilakukan, bukan hanya untuk program itu saja tetapi juga bermanfaat untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan bagi penyuluh itu sendiri. Evaluasi yang baik akan melancarkan strategi atau rancangan kegiatan selanjutnya. Evaluasi ini juga untuk mengetahui sampai dimana hasil yang sudah di capai dari sebuah kegiatan bimbingan dan penyuluhan,” tuturnya.


Selaku pembina langsung di Kelompok Binaan Pertuni Rusman Edi melakukan kegiatan evaluasi. “Evaluasi tersebut di lakukan dalam bentuk uji kompetensi per orangan. Soal diberikan dengan melantunkan potongan ayat dari surat tertentu dengan menggunakan lagu Alqur’an secara acak/ tidak berurutan lalu di jawab oleh peserta tunanetra ini dengan cara menuliskan di kertas jawaban menggunakan Braile Latin. Soal di berikan sebanyak 10 soal dengan ayat dan lagu yang tidak sama,” papar Rusman Edi.


Setelah semua soal selesai dijawab, langsung di periksa sendiri oleh peserta dengan mendengarkan kunci jawaban yang disampaikan pembimbing Rusman Edi untuk di koreksi dan di cocokkan dengan jawaban yang telah di tuliskan secara bersama-sama. Jika betul satu soal tertentu langsung di bubuhi huruf B yang mengisyarakan betul atau jawaban benar. Begitupun kalau salah di bubuhi huruf S yang mengisyaratkan salah atau tidak betul.


“Dari 10 soal yang di berikan sebagian besar peserta telah mampu memahami dan membedakan satu lagu dengan lagu yang lainnya. Bila di dengar dari kemampuan peserta membawakan dasar lagu Alqur’an alhmdulillah mereka telah mampu mempraktekkan dengan baik. Program berikutnya peserta diharapkan mampu untuk mentransfer nada dan lagu itu ke ayat ayat lainnya,” Kata salah seorang Penyuluh Agama Islam Kankemenag kota Bukittinggi yang banyak Inovasi ini (Andreas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *