Lompat ke konten

Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus KPPL Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

Bukittinggi, Inmas–Komunitas Penulis Pengiat Literasi (KPPL) Kementerian Agama Kota Bukittinggi menggelar Seminar Nasional Guru Madrasah dengan mengusung tema “Pola Komunikasi Guru di Era Milenial” bertempat di aula MAN 2 Kota Bukittinggi, Kamis (27/2). Kegiatan seminar Nasional tersebut menghadirkan narasumber Prof.DR.Iswandi Syahputra, M.Si ( Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Abrar Munanda, M. Ag didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Hilaluddin, MA membuka secara resmi kegiatan tersebut sekaligus mengukuhkan pengurus KPPL Kementerian Agama Kota Bukittinggi Ketua Hj. Eva Anggraini, M. Si dan sekretaris Fakhri, S. Pd sebelum penyampaian materi oleh Prof.DR.Iswandi Syahputra, M.Si ( Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) di ikuti ratusan guru Madrasah Negeri dan Swasta se-Kota Bukittinggi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H.Abrar Munanda,M.Ag pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan KPPL Kementerian Agama Kota Bukittinggi ini di sebabkan beberapa faktor pendorong, pertama fenomena kekinian diera milineal, keacuhan siswa dalam mengikuti pelajaran, hal ini disikapi oleh para guru dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah melalui seminar dengan mendatangkan narasumber Prof.DR.Iswandi Syahputra, M.Si guru besar ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta yang mempunyai latar belakang praktisi komunikasi dan jurnalis.

“Melalui seminar ini mudah-mudahan guru-guru madrasah se-kota Bukittinggi dapat termotivasi dan tergugah untuk mengupgrade tata cara dan teknik proses belajar mengajar di kelas dan di lingkungan madrasah sehingga para siswa tertarik mengikuti proses belajar. Para Guru-guru harus kreatif dan terintegrasi,” pungkasnya.

Prof.DR.Iswandi Syahputra, M.Si menyampaikan komunikasi guru di era milenial, kenapa ini penting, karena kita berada di dalam situasi yang tidak menentu terjadi ledakan-ledakan informasi yang membuat siapa saja bisa mengakses sumber ilmu pengetahuan melalui internet.
Oleh karena itu para guru harus mengetahui perubahan-perubahan itu, kalau tidak bisa menyesuaikan perubahan-perubahan itu guru tersebut akan tertinggal. Dengan ketertinggalan guru tersebut mengakibatkan murid lebih pintar dari gurunya, ini membuat guru menjadi depresi, salah satu untuk menghilangkan depresi guru ketika berhadapan dengan murid, guru itu harus memahami dasar-dasar perkembangan teknologi komunikasi milenial.

Salah satu dasar itu adalah kompetensi atau kemampuan guru dalam mengakses informasi melalui internet, setelah itu baru kompetensi kedua bagaimana guru tu memiliki kemampuan dalam strategi pembelajaran. Pembelajaran hari ini tidak bisa seperti dulu, dimana siswa peserta didik itu yang pasif. Hari ini peserta didik itu aktif, maka namanya belajar dengan memberi pusat pembelajaran pada murid (student center learning).
Tanpa itu guru akan baper terbawa perasaan, karena banyak menerangkan, padahal tidak tau banyak sehingga didebat dan di kiritik siswanya kemudian timbul baper, depresi, stroke menjadikan sakit sebelum waktunya dan masuk rumah sakit, merugikan dirinya sendiri.

Prof.DR.Iswandi Syahputra, M.Si menyarankan kepada guru-guru agar ramah dengan media, informasi dan teknologi. “Terima kasih kepada kepala kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang sudah memberikan dukungan sehingga terselenggaranya kegiatan ini. Tanpa adanya acara kegiatan ini, para guru di kawatirkan belum paham apa yang akan dilakukannya untuk menghadapi era melenial ini,” tuturnya. (Syafrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *