Bukittinggi, Inmas–Kepala Kankemenag Bukittinggi diwakili Kasi Bimas Islam H. Gazali menjadi narasumber dialog interaktif radio Elsi FM tentang pelaksanaan Qurban dimasa covid 19 th.1441 H/2020 M bertempat di ruangan Asisten II Pemko Bukittinggi, Rabu (15/07/2020).
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama, Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait lainnya, tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan untuk pelaksanaan ibadah Idul Adha 1441 H. Untuk tahun ini pelaksanaan ibadah qurban akan dilaksanakan dengan menjalankan serta memakai protokol covid-19.
Kasi Bimas Islam, H. Gazali, menjelaskan bahwa Idul Adha 1441 Hijriyah diperkirakan jatuh pada tanggal 31 Juli 2020. Shalat Idul Adha, tetap akan dilaksanakan di Lapangan Wirabraja, dengan protokol covid-19.
“Tahun lalu, penyembelihan hewan qurban di Bukittinggi berjumlah 1035 sapi dan 85 ekor kambing. Tentunya kita berharap untuk tahun ini jumlahnya bertambah banyak, sehingga banyak juga warga terbantu apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini. Namun demikian tentunya pelaksanaan Qurban di masa pandemi covid-19 ini, protokol kesehatannya harus tetap dijaga,” ujarnya.
“Kami menghimbau setiap warga yang mampu agar selalu melaksanakan ibadah qurban. Karena hal itu merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan dapat membantu saudara yang kekurangan,” imbuhnya.
Dikatakan Gazali, syarat hewan yang boleh dijadikan hewan qurban, sapi, kambing, domba dan unta. Usia hewan sapi 2 tahun atau sudah lepas satu gigi, domba 1 tahun, dan hewan qurban tidak boleh cacat. Penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha dan berakhir pada 13 Zulhijjah.
Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan, Ismail menjelaskan, untuk Bukittinggi pada umumnya hewan yang dikurbankan, sapi dan kambing, beberapa daerah juga ada mengurbankan hewan kerbau. Kesehatan hewan akan diperiksa saat dipilih untuk jadi hewan quban. Setelah disembelih akan diperiksa kesehatan isi perut dari hewan qurban itu.
“Selain kesehatan hewan, warga juga harus ikut patuhi protokol covid-19. Pembatasan dalam menyaksikan proses penyemblihan hewan. Daging hewan harus segera didistribusikan, antara panitia harus berjarak, di lokasi penyemblihan, harus ada fasilitas cuci tangan. Salaman antar warga juga diminimalisir. Ubah pola salaman, jangan dulu bersentuhan. Karena kita harus ikut mencegah penyebaran covid-19 ini,” ujar Ismail. (Syafrial)