Bukittinggi, humas—Sebagai wadah pembelajaran Al-Quran bagi generasi bangsa banyak lembaga pendidikan Al Qur’an yang muncul di Bukittinggi, mulai dari MDTA, TPQ. Rumah Tahfizh dan lembaga lainya. Disini generasi bangsa di ajarkan cara membaca Al Qur’an, akidah, akhlak, fikih, ibadah, sejarah, dan lainnya. Diantara sekian banyak lembaga pembelajaran Al-Qur’an tersebut muncul sebuah lembaga pendidikan Al Qur’an untuk kalangan Anak Disabilitas ( Anak Autis) yang di namakan dengan TPQ Khusus Autis.
Lembaga yang di inisiator Rusman Edi Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Khusus untuk anak Autis ini sengaja di dirikan dalam rangka merealisasikan kepedulian terhadap anak penyandang Disabilitas( anak autis).
Rusman Edi kepada humas, Selasa (20/04) mengatakan bahwa ide ini muncul karena selama ini perhatian hanya banyak tertuju kepada yang normal saja. Padahal menurut aturan dan regulasi penyandang Disabilitas juga punya hak untuk mendapatkan bimbingan dan penyuluhan termasuk pembinaan keagaman seperti bimbingan Al Qur’an.
“TPQ Autis Kota Bukittinggi yang berada di Kelurahan Garegeh telah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi. TPQ ini, Jumat (09/04) yang lalu perdana melakukan uji kelayakan Khatam Al Qur’an bagi siswanya. Walaupun belum terbilang banyak seperti lembaga lainnya, namun semangat siswa untuk belajar al-Quran patut kita acungkan jempol. Uji kelayakan di lakukan Tim penguji dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Jamhur Sarin,” katanya lagi.
Sementara itu Tim penguji H. Jamhur Sairin sangat mengapresiasi dari tampilan anak autis yang di ujinya. “Alhamdulillah segala soal dan pertanyaan yang di berikan kepada peserta semua mampu menjawab dengan baik. Anak autis mampu menjawab dengan baik merupakan satu hal yang luar biasa. Ternyata di lembaga TPQ khusus Autis ada banyak berlian berlian yang berpotensi untuk di bina dengan baik,” tuturnya.
Selanjutnya Kata Tim Penguji H. Jamhur Sairin mencontohkan seperti salah seorang siswa bernama Hakimal penyandang tunadaksa mampu menghafal 30 juz Al Qur’an. Hal terindikasi dari berbagai soal yang di berikan penguji dari juz 1 sampai 30 yang di lakukan secara acak ternyata Hakimal mampu menjawab dengan baik. Tidak hanya mampu menyambung ayat yang di tawarkan tapi nomor ayat dan nomor surat soal yang di berikan Hakimal bisa mampu juga menjawab bahkan jumlah ayat pada satu surat tertentu sekaligus arti dari nama surat itu ia juga mampu menjawab.
Menurut Kepala sekolah SLB Al Ikhlas Refriza, S.Pd mengucapkan terimakasih kepada pembimbing dan Inisiator TPQ Khusus Autis Rusman Edi, S.Ag. M. PD (Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. “Kami sangat bangga bila sepotong ayat A-Qur’an di lantunkan pembimbing dengan satu lagu mereka cepat bisa menebak lagu Al-Qur’an yang dilantunkan pembimbingnya. Subhanallah…Rahmat dan Kurnia Allah. Luar biasa,’ Katanya.
Selesai pelaksanaan uji kelayakan Tim penguji tak lupa memberikan support dan semangat untuk membaca Al Qur’an kepada peserta test. Kelihatan Kepala sekolah SLB Al Ikhlas, pengajar dan pengasuh beserta guru sangat gembira dan senang karena uji kelayakan ini lancar dan sukses terlaksana dengan baik.
( Rusman Edi/Syafrial).