Bukittinggi,Humas–Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kota Bukittinggi menggelar pertemuan penting bersama para Penyuluh Agama Islam Fungsional di lingkungan Kemenag Kota Bukittinggi.
Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.
Senin, 13 Januari 2025.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua IPARI Kemenag Kota Bukittinggi, Azerul didampingi Sekretaris, Melindawati.
Azerul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momen strategis untuk melakukan evaluasi terhadap program dan kinerja Penyuluh Agama Islam selama tahun 2024, sekaligus mempersiapkan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen IPARI Kemenag Kota Bukittinggi dalam memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai agen perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Penyuluh Agama Islam adalah garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan di masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi dan perencanaan program menjadi hal penting agar keberadaan kita memberikan manfaat yang lebih nyata bagi umat,” ujar Azerul
Dalam evaluasi kinerja tahun 2024, Azerul menyoroti berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Penyuluh Agama Islam, termasuk peningkatan kualitas layanan bimbingan keagamaan, kegiatan pembinaan pada lokus penyuluh dan upaya penguatan moderasi beragama di kalangan masyarakat. Namun, ia juga mengakui masih terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi.
Diskusi mengenai program kerja tahun 2025 juga menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. Azerul menekankan pentingnya inovasi dalam menyusun program agar kegiatan IPARI dapat lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utama yang diusulkan adalah penguatan literasi keagamaan berbasis digital untuk menjangkau generasi muda.
Selain itu, Azerul juga mengajak para penyuluh untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan Kemenag maupun dengan organisasi masyarakat lainnya.
“Kerja sama lintas sektor sangat penting untuk memperluas jangkauan dan dampak positif dari program-program yang kita jalankan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, para Penyuluh Agama Islam juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengalaman mereka di lapangan. Beberapa di antaranya mengusulkan peningkatan pelatihan teknis bagi penyuluh, khususnya dalam penggunaan teknologi informasi, untuk mendukung efektivitas penyampaian pesan keagamaan.
Azerul berharap hasil dari pertemuan ini dapat menjadi pijakan kuat untuk meningkatkan kinerja dan kontribusi Penyuluh Agama Islam di Kota Bukittinggi.
“Mari kita jadikan tahun 2025 sebagai momentum untuk memberikan pelayanan keagamaan yang lebih baik dan inovatif,” pungkasnya.
(Andreas)
(Andreas)